Info Kuala Kapuas – Kegiatan pendidikan politik dan kepemiluan bagi Pengurus Organisasi Siswa Osis (OSO/OSIM) serta para guru pembimbing resmi digelar di Kabupaten Kapuas. Program ini diinisiasi oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat sebagai bagian dari upaya menciptakan generasi muda yang melek demokrasi, memahami pemilu, dan aktif berpartisipasi dalam proses politik secara sehat.
Acara ini disambut antusias para peserta dari berbagai sekolah menengah yang hadir memenuhi ruang aula lokasi kegiatan.
Membentuk Generasi Muda yang Kritis dan Demokratis
Ketua KPU Kapuas menegaskan bahwa pendidikan politik sudah seharusnya diperkenalkan sejak usia pelajar. Menurutnya, pemahaman kepemiluan tidak hanya relevan menjelang pemilu, tetapi juga penting untuk membangun budaya demokrasi yang berkelanjutan.
“Pelajar hari ini adalah pemilih pemula pada pemilu berikutnya. Mereka perlu memahami bagaimana sistem kepemiluan bekerja, apa hak dan kewajiban mereka, serta bagaimana berpartisipasi tanpa terjebak informasi keliru,” ujar Ketua KPU.
OSO/OSIM Dibekali Pengetahuan Praktis Kepemimpinan
Melalui sesi pelatihan ini, para pengurus OSO/OSIM dibekali materi mulai dari:
-
Dasar-dasar demokrasi,
-
Struktur dan proses pemilu,
-
Peran pemilih pemula,
-
Teknik memilih yang benar,
-
Pencegahan hoaks dan politik uang,
-
Etika kepemimpinan dan berorganisasi.
Materi ini diharapkan membantu pengurus OSO/OSIM menjalankan organisasi secara lebih profesional dan demokratis, serta menjadi agen edukasi bagi teman-temannya di sekolah.
Guru Pembimbing Dilibatkan sebagai Pengawal Literasi Politik Pelajar
Tidak hanya siswa, guru pembimbing OSIS juga mendapat perhatian khusus. KPU Kapuas memandang guru sebagai aktor strategis dalam menanamkan nilai demokrasi di lingkungan sekolah.
Para guru diberikan pemahaman tentang cara mengawasi proses pemilihan ketua OSIS yang ideal, penyusunan program kerja OSIS yang partisipatif, serta strategi mendorong pelajar aktif dalam kegiatan kebangsaan.
“Kami ingin sekolah menjadi laboratorium demokrasi bagi para siswa,” ungkap salah satu komisioner KPU.

Baca juga: Sat Pol PP Kapuas Kembangkan SIP BEH
Simulasi Pemilihan OSIS Jadi Bagian Materi Praktik
Untuk memastikan pemahaman peserta semakin lengkap, kegiatan ini juga disertai simulasi pemilihan ketua OSIS menggunakan standar tahapan pemilu. Mulai dari penyusunan daftar pemilih, kampanye, pencoblosan, hingga penghitungan suara dilakukan secara sistematis.
Pelaksanaan simulasi ini mendapat respons positif dari siswa. Banyak peserta mengaku baru memahami bahwa proses pemilu memiliki tahapan panjang dan harus dijalankan secara transparan.
Diharapkan Jadi Program Berkelanjutan
Pendidikan politik bagi pelajar ini direncanakan menjadi program rutin tahunan KPU Kapuas. Pemerintah daerah turut mengapresiasi langkah ini karena dinilai mampu mempersiapkan generasi muda yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab dalam menyikapi dinamika politik nasional.
“Kapuas membutuhkan generasi yang tidak hanya berprestasi di sekolah, tetapi juga berwawasan kebangsaan dan memahami demokrasi,” ujar perwakilan pemerintah daerah.
Pelajar Antusias, Menilai Materi Relevan dengan Kehidupan
Sejumlah pelajar yang mengikuti kegiatan mengaku mendapat pengetahuan baru yang sebelumnya tidak mereka dapatkan di sekolah.
“Kami jadi tahu cara kerja pemilu. Ternyata kompleks, tidak sekadar mencoblos,” ujar salah seorang peserta.
Mereka berharap kegiatan serupa dapat terus digelar, bahkan diperluas ke lebih banyak sekolah di Kabupaten Kapuas.















