Info Kuala Kapuas – Pawai ogoh-ogoh di Kabupaten Kapuas berlangsung meriah dan penuh makna. Tradisi yang identik dengan umat Hindu ini justru menjadi panggung harmoni lintas agama, memperlihatkan kuatnya toleransi di tengah masyarakat.
Kegiatan tersebut digelar dalam rangka menyambut Hari Raya Nyepi dan diikuti oleh berbagai elemen masyarakat dari latar belakang yang beragam.
Tradisi Sarat Nilai Budaya
Pawai ogoh-ogoh merupakan tradisi budaya yang telah lama dikenal sebagai bagian dari rangkaian perayaan Nyepi. Patung ogoh-ogoh yang diarak melambangkan unsur negatif yang harus disucikan.
Di Kapuas, tradisi ini tidak hanya menjadi ritual keagamaan, tetapi juga ajang pelestarian budaya yang melibatkan masyarakat luas.
Partisipasi Lintas Agama
Menariknya, pawai ini tidak hanya diikuti oleh umat Hindu, tetapi juga melibatkan masyarakat dari berbagai agama. Kehadiran mereka menunjukkan semangat kebersamaan dan saling menghormati antarumat beragama.
Warga bahu-membahu dalam persiapan hingga pelaksanaan kegiatan, menciptakan suasana yang penuh keakraban.

Baca juga: Legislator Kapuas imbau warga pastikan rumah aman sebelum mudik Lebaran
Simbol Toleransi dan Persatuan
Pawai ogoh-ogoh di Kapuas menjadi simbol nyata toleransi dan persatuan. Perbedaan keyakinan tidak menjadi penghalang untuk bekerja sama dan merayakan kebudayaan bersama.
Kegiatan ini mencerminkan nilai-nilai kebhinekaan yang hidup di tengah masyarakat Indonesia.
Antusiasme Masyarakat
Masyarakat tampak antusias menyaksikan pawai yang berlangsung meriah. Berbagai ogoh-ogoh dengan bentuk unik dan kreatif diarak keliling, menarik perhatian warga.
Kemeriahan acara juga menjadi hiburan sekaligus mempererat hubungan sosial antarwarga.
Harapan untuk Kerukunan
Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat toleransi dan persatuan dapat terus terjaga dan ditingkatkan. Pawai ogoh-ogoh bukan sekadar tradisi, tetapi juga menjadi sarana memperkuat nilai kebersamaan di tengah keberagaman.
Kabupaten Kapuas kembali menunjukkan bahwa harmoni lintas agama dapat terwujud melalui budaya dan partisipasi bersama masyarakat.