Info Kuala Kapuas – Pemerintah Kabupaten Kapuas kembali menunjukkan komitmennya dalam mencegah penyalahgunaan narkotika di lingkungan birokrasi. Melalui kegiatan deteksi dini yang digelar pada Senin, puluhan pejabat Eselon II dan III mengikuti tes narkotika sebagai bagian dari penguatan integritas aparatur sipil negara (ASN) di daerah tersebut.
Upaya Pemkab Kapuas Perkuat Integritas ASN
Kegiatan deteksi dini ini dipimpin langsung Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Kapuas bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Kapuas. Pemeriksaan dilakukan sebagai langkah preventif guna memastikan setiap pejabat daerah terbebas dari pengaruh narkotika.
“Pemerintah Kabupaten Kapuas sangat serius dalam mencegah masuknya narkotika ke lingkungan pemerintahan. Pejabat harus menjadi teladan bagi masyarakat,” ujar Kepala Kesbangpol Kapuas.
Tes narkoba dilakukan menggunakan metode pemeriksaan urine dengan standar BNN, yang mampu mendeteksi berbagai jenis narkotika, mulai dari sabu, ganja, ekstasi, hingga obat-obatan terlarang lainnya.
Peserta: Pejabat Harus Jadi Contoh
Puluhan pejabat Eselon II dan III tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian pemeriksaan. Beberapa pejabat menyampaikan bahwa program ini sangat penting untuk menjaga nama baik institusi dan meningkatkan kepercayaan publik.
“Saya kira ini langkah bagus. ASN harus bersih dari narkoba supaya bisa bekerja profesional dan tidak menjadi contoh buruk bagi masyarakat,” ujar salah satu pejabat yang ikut dites.
Kegiatan ini juga dianggap sebagai upaya memperkuat kedisiplinan dan komitmen dalam menjalankan tugas pelayanan masyarakat.

Baca juga: Pemkab Kapuas Hadiri dan Dukung Semarak Milad ke-113 Muhammadiyah di Mandomai
BNNK Kapuas: Deteksi Dini Penting untuk Pencegahan
Pihak BNNK Kapuas menegaskan bahwa tes narkotika tidak hanya bertujuan mendeteksi pelanggaran, tetapi lebih sebagai bentuk edukasi bahwa narkoba dapat mengancam siapa saja, termasuk pejabat pemerintah.
“Pencegahan jauh lebih penting daripada penindakan. Dengan kegiatan seperti ini, aparat pemerintahan bisa lebih waspada dan terhindar dari pengaruh narkotika,” kata Kepala BNNK Kapuas.
BNNK juga menyebut bahwa Kabupaten Kapuas merupakan daerah yang perlu pengawasan ketat karena menjadi jalur transit yang rawan peredaran narkoba.
Hasil Tes Akan Ditindaklanjuti dengan Tegas
Pemkab Kapuas menegaskan bahwa seluruh hasil tes akan ditindaklanjuti sesuai aturan. Jika ditemukan hasil positif, pemerintah akan mengambil langkah pembinaan hingga penegakan hukum bekerja sama dengan aparat berwenang.
“Kami tidak ingin ada kompromi. Jika ada yang terindikasi memakai narkotika, penanganannya harus tegas sesuai mekanisme yang berlaku,” ujar Sekretaris Daerah Kapuas.
Wujudkan Lingkungan Pemerintahan Bebas Narkoba
Dengan digagasnya deteksi dini bagi pejabat Eselon II dan III ini, Pemkab Kapuas berharap dapat menciptakan lingkungan kerja yang bersih, sehat, dan berintegritas. Program serupa direncanakan akan diperluas kepada ASN di tingkat kecamatan hingga kelurahan, termasuk tenaga honorer.
“Ini bukan kegiatan satu kali, tetapi berkelanjutan. Kita ingin seluruh ASN Kapuas benar-benar bebas dari narkoba,” tegas pihak Kesbangpol.















