Kuala Kapuas – Peristiwa memilukan terjadi di salah satu ruas jalan di Jakarta. Seorang pengemudi ojek online (ojol) tewas seketika setelah terlindas kendaraan taktis (rantis) milik Korps Brimob Polri. Insiden tragis ini sontak mengundang perhatian publik, terlebih karena melibatkan aparat keamanan yang tengah bertugas.
Kronologi Kejadian
Peristiwa nahas itu terjadi saat rantis Brimob tengah melintas dalam iring-iringan pengawalan. Menurut keterangan saksi mata, korban yang mengendarai sepeda motor diduga terjebak di jalur padat lalu lintas dan tidak menyadari laju kendaraan berat yang datang dari arah belakang.
“Motor ojol itu awalnya di sisi kiri, lalu agak maju ke jalur tengah. Tiba-tiba ada rantis lewat, dan tabrakan pun tidak bisa dihindarkan,” ungkap seorang pengendara yang menyaksikan kejadian.
Korban sempat mendapat pertolongan di lokasi, namun nyawanya tak tertolong akibat luka parah yang diderita.
Gelombang Simpati dan Duka
Kabar meninggalnya sang ojol cepat menyebar di media sosial. Rekan-rekan seprofesinya dan warganet ramai menyampaikan rasa duka dan empati mendalam kepada keluarga korban. Banyak yang menyoroti faktor keselamatan lalu lintas, terutama ketika kendaraan besar aparat melintas di jalan raya yang padat.
“Ini benar-benar menyedihkan. Semoga keluarga diberi ketabahan, dan ada evaluasi serius dari pihak berwenang,” tulis salah satu netizen.

Baca juga: Penyerahan Tanda Kehormatan Satyalencana Karya Satya Karyawan Karyawati RSUD Kapuas Tahun 2025
Polri Buka Suara
Menanggapi insiden ini, Polri tidak tinggal diam. Tiga perwira tinggi, masing-masing jenderal bintang tiga dan dua, secara resmi menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga korban dan masyarakat luas.
“Polri sangat berduka atas musibah ini. Kami menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya, terutama kepada keluarga almarhum. Saat ini kami sedang melakukan investigasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” ujar salah satu jenderal dalam konferensi pers di Jakarta.
Proses Investigasi dan Evaluasi
Polri menegaskan bahwa insiden ini akan ditangani secara transparan. Investigasi dilakukan untuk mengetahui secara pasti penyebab kecelakaan, termasuk apakah ada kelalaian dari pihak pengemudi rantis atau faktor lain di lapangan.
Selain itu, evaluasi juga dilakukan terkait prosedur standar operasional (SOP) pengawalan dan penggunaan kendaraan taktis di jalan umum.
“Keselamatan masyarakat adalah prioritas. Kami pastikan semua prosedur akan dikaji ulang,” tambah pejabat Polri tersebut.
Harapan Keluarga dan Publik
Pihak keluarga korban menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam. Mereka berharap peristiwa ini benar-benar menjadi pelajaran berharga, sekaligus meminta agar hak-hak korban dapat diperhatikan, termasuk santunan dan jaminan bagi ahli waris.
Publik pun mendesak agar tragedi semacam ini tidak lagi terulang, dengan menekankan pentingnya disiplin berlalu lintas baik dari warga maupun aparat negara.
Catatan Penting
Insiden ini menjadi pengingat keras bahwa jalan raya adalah ruang publik yang menuntut kehati-hatian ekstra. Terlepas dari siapa pun pengguna jalannya—baik masyarakat biasa, pejabat, maupun aparat—keselamatan harus menjadi prioritas utama.
Musibah yang menimpa seorang pengemudi ojek online ini bukan hanya soal kecelakaan lalu lintas, tetapi juga menyentuh sisi kemanusiaan, bahwa di balik roda kehidupan ada keluarga yang menunggu pulang.















