Info Kuala Kapuas — Kabupaten Kapuas kembali menorehkan kebanggaan dengan berhasil mencatatkan diri dalam Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Kali ini, rekor tersebut diraih melalui kegiatan bermain kecapi sambil bersenandung karungut yang melibatkan peserta didik terbanyak dari berbagai sekolah di wilayah Kapuas.
Kegiatan budaya kolosal ini bukan hanya ajang pemecahan rekor, tetapi juga simbol komitmen daerah dalam merawat dan mempromosikan seni tradisional Dayak agar dapat diwariskan kepada generasi mendatang.
Ribuan Peserta Didik Ikut Ambil Bagian
Rekor MURI ini ditorehkan setelah ribuan siswa dari tingkat SD, SMP, hingga SMA secara serentak memainkan kecapi dan menyanyikan karungut dengan kompak. Mereka berasal dari berbagai sekolah yang telah mengikuti pelatihan seni tradisi tersebut selama beberapa bulan terakhir.
Peserta memenuhi area pusat kegiatan dengan pakaian adat berwarna cerah yang memancarkan nuansa budaya lokal. Alunan kecapi yang harmonis dipadu lantunan karungut yang khas menghadirkan suasana penuh kebanggaan sekaligus haru.
Perwakilan MURI yang hadir langsung menyerahkan piagam penghargaan dan menyatakan bahwa capaian ini menjadi salah satu rekor budaya daerah yang paling membanggakan pada tahun ini.
Bupati Kapuas Apresiasi Semangat Pelajar dan Guru
Bupati Kapuas menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang besar kepada semua pihak yang berkontribusi, terutama para guru kesenian dan pelajar. Menurutnya, pencapaian ini membuktikan bahwa masyarakat Kapuas memiliki kecintaan besar terhadap budaya leluhur.
“Ini momen penting untuk memastikan generasi muda tidak hanya mengenal budaya melalui cerita, tetapi juga mempraktikkannya. Rekor MURI ini milik kita semua, milik masyarakat Kapuas,” ujarnya.

Baca juga: Pemkab Barito Utara komitmen sukseskan program Koperasi Merah Putih
Bentuk Komitmen Memperkuat Identitas Lokal
Pemkab Kapuas menegaskan bahwa kegiatan yang mencatatkan rekor ini merupakan bagian dari program strategis dalam memperkuat pendidikan budaya di sekolah. Pemerintah daerah mendorong agar setiap satuan pendidikan memasukkan unsur budaya lokal dalam kegiatan ekstrakurikuler maupun pembelajaran seni.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk meningkatkan daya tarik pariwisata budaya Kapuas. Seni kecapi dan karungut, yang merupakan warisan penting suku Dayak, dinilai memiliki potensi besar untuk dipromosikan secara nasional hingga internasional.
Persiapan Matang dan Pelatihan Intensif
Untuk mencapai kekompakan ribuan peserta, pemerintah daerah bekerja sama dengan dinas pendidikan dan komunitas seni lokal menggelar pelatihan secara intensif. Para pelatih kecapi dan senandung karungut didatangkan dari sanggar budaya dan praktisi seni tradisi Kapuas.
Ribuan kecapi disiapkan khusus untuk program ini, sebagian besar diproduksi oleh perajin lokal. Hal ini sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat yang terlibat dalam produksi instrumen tradisional tersebut.
Antusiasme Tinggi dari Masyarakat Kapuas
Kegiatan pemecahan rekor ini mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat yang hadir menyaksikan. Banyak warga yang merasa terharu melihat ribuan generasi muda memainkan musik tradisi sekaligus bersenandung karungut dalam harmoni yang megah.
Sejumlah orang tua mengaku bangga karena anak-anak mereka diberi ruang untuk mencintai dan mempelajari budaya nenek moyang secara langsung.
Diharapkan Menjadi Agenda Tahunan
Melihat keberhasilan besar kegiatan ini, Pemkab Kapuas mempertimbangkan untuk menjadikannya agenda budaya tahunan. Pemerintah percaya bahwa konsistensi pelaksanaan event budaya dapat meningkatkan kualitas seni lokal sekaligus menjaga eksistensinya di hadapan budaya modern.
Selain rekor yang dipecahkan, acara tersebut juga diisi dengan pameran hasil kerajinan lokal, pertunjukan tari tradisional, serta bazar UMKM yang menghadirkan produk khas Kapuas.
Kebanggaan Bersama untuk Daerah
Pemecahan rekor MURI ini menjadi bukti bahwa Kabupaten Kapuas mampu memadukan semangat generasi muda dengan nilai-nilai budaya tradisi secara harmonis. Pemerintah berharap capaian ini mampu memotivasi daerah lain untuk turut menghidupkan seni dan budaya lokal.
Dengan dukungan seluruh pihak, Kapuas semakin memperkuat posisinya sebagai daerah yang kaya budaya sekaligus memiliki komitmen kuat terhadap pelestarian warisan leluhur.















