Info Kuala Kapuas – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kapuas resmi membentuk Kelompok Kerja (Pokja) Profil Desa dan Kelurahan (Prodeskel) serta Tim Evaluasi Perkembangan Desa dan Kelurahan (Epdeskel) tingkat kabupaten. Langkah ini menjadi bagian penting dari upaya memperkuat data desa dan mempercepat pembangunan berbasis potensi lokal di seluruh wilayah Kapuas.
Pembentukan Pokja dan Tim Epdeskel ini ditetapkan melalui rapat koordinasi yang dipimpin oleh Asisten I Setda Kapuas, Hery Setiawan, mewakili Bupati Kapuas, di Aula Kantor Bappeda Kapuas, Senin (14/10). Kegiatan tersebut dihadiri oleh para camat, kepala perangkat daerah terkait, serta perwakilan dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Kapuas.
Perkuat Basis Data Desa dan Kelurahan
Dalam arahannya, Hery Setiawan menekankan bahwa pembentukan Pokja Prodeskel dan Tim Epdeskel bertujuan memperkuat sistem pendataan dan evaluasi pembangunan di tingkat desa dan kelurahan. Menurutnya, data yang valid menjadi kunci dalam perencanaan program pembangunan yang tepat sasaran.
“Data Prodeskel adalah dasar bagi pemerintah daerah dalam menentukan arah kebijakan pembangunan. Melalui Pokja ini, kita ingin memastikan setiap data yang masuk dari desa dan kelurahan akurat, mutakhir, dan sesuai kondisi lapangan,” ujarnya.
Ia menambahkan, data Prodeskel mencakup berbagai aspek seperti pemerintahan, kewilayahan, kemasyarakatan, serta potensi ekonomi dan sosial di desa maupun kelurahan. Data inilah yang nantinya akan digunakan dalam penyusunan Evaluasi Perkembangan Desa dan Kelurahan (Epdeskel) setiap tahunnya.
Kolaborasi Antara Kecamatan dan Desa
Kepala Dinas PMD Kapuas, Slamet Widodo, menjelaskan bahwa peran Pokja dan Tim Epdeskel sangat strategis karena melibatkan lintas sektor, mulai dari DPMD, Bappeda, Disdukcapil, Dinas Sosial, hingga kecamatan dan pemerintah desa.
“Pokja Prodeskel akan menjadi koordinator dalam pengumpulan dan verifikasi data, sementara Tim Epdeskel bertugas menilai dan mengevaluasi kemajuan pembangunan desa berdasarkan indikator yang sudah ditetapkan oleh Kemendagri,” jelasnya.
Ia menegaskan, kegiatan ini bukan sekadar formalitas administratif, tetapi langkah nyata untuk memperkuat koordinasi antara pemerintah kabupaten, kecamatan, dan desa. “Kita ingin agar seluruh perangkat desa lebih aktif dalam memperbarui data Prodeskel secara berkala melalui aplikasi resmi yang disediakan oleh Kemendagri,” tambahnya.

Baca juga: Sekda Kapuas Pimpin Rapat Pembentukan Pokja Pendidikan Politik Terpadu
Dorong Transparansi dan Pembangunan Berkelanjutan
Melalui pembentukan Pokja Prodeskel dan Tim Epdeskel ini, Pemkab Kapuas berharap dapat mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang lebih transparan, partisipatif, dan akuntabel.
Hery Setiawan menegaskan bahwa pemerintah kabupaten siap memberikan pendampingan dan pelatihan kepada para aparat desa agar mampu mengelola data dan laporan secara digital. “Kita ingin pembangunan desa di Kapuas berorientasi pada data, bukan asumsi. Dengan begitu, arah kebijakan lebih terukur dan hasilnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” katanya.
Harapan ke Depan
Di akhir rapat, Hery mengajak seluruh camat dan kepala desa agar mendukung penuh pelaksanaan Prodeskel dan Epdeskel. Ia juga mengingatkan pentingnya sinkronisasi data antara desa dan kabupaten agar tidak terjadi perbedaan informasi.
“Ke depan, kita harapkan desa-desa di Kapuas bisa menjadi contoh dalam pengelolaan data pembangunan yang akurat dan berkelanjutan. Semua ini demi terwujudnya Kapuas yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera,” tutupnya.
Langkah Pemkab Kapuas ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sistem informasi pembangunan berbasis digital sekaligus memperkuat sinergi antar level pemerintahan dalam membangun desa dari pinggiran.















