Kuala Kapuas- Polres Kapuas Hulu pada Jumat malam tampak berbeda dari biasanya. Ruangan yang biasanya digunakan untuk rapat resmi berubah menjadi panggung budaya yang meriah. Polres Kapuas Hulu menggelar acara Nonton Bareng (Nobar) Pergelaran Wayang Kulit yang disiarkan langsung dari Lapangan Bhayangkara Mabes Polri, sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-79.
Acara yang dimulai pukul 20.00 WIB ini dihadiri langsung oleh Kapolres Kapuas Hulu AKBP Roberto Aprianto Uda, bersama unsur Forkopimda (Forum Koordinasi Pimpinan Daerah), tokoh masyarakat, komunitas pecinta wayang kulit, serta para pejabat utama dan perwira Polres Kapuas Hulu. Kegiatan ini tidak sekadar hiburan, tetapi juga menjadi wujud komitmen Polri dalam melestarikan kearifan lokal dan budaya Nusantara.
Wayang Kulit Media Edukasi dan Penguatan Nilai Kebangsaan
Dalam sambutannya, AKBP Roberto Aprianto Uda menegaskan bahwa pertunjukan wayang kulit bukan hanya tontonan, melainkan juga tuntunan yang sarat dengan nilai-nilai luhur.
“Melalui kegiatan ini, kita tidak hanya memperingati Hari Bhayangkara, tetapi juga turut menjaga dan melestarikan kekayaan budaya bangsa. Wayang adalah media edukatif yang penuh filosofi, sejalan dengan semangat pengabdian Polri untuk masyarakat, bangsa, dan negara,” ujar Kapolres.
Pagelaran wayang kulit yang dibawakan oleh dalang kenamaan dari Jawa Tengah berhasil memukau para penonton. Adegan-adegan lucu yang dibawakan para tokoh wayang seperti Semar, Petruk, dan Gareng berhasil mencairkan suasana, sementara pesan-pesan moral tentang kejujuran, keadilan, dan kebijaksanaan tersampaikan dengan apik.
Sinergi Polri dan Masyarakat dalam Pelestarian Budaya
Kegiatan Nobar wayang kulit ini juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi antara Polres Kapuas Hulu dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk Forkopimda, tokoh adat, dan komunitas budaya.

Baca Juga: Meresmikan Meet Up Cafe dan Resto Dengan Bupati Kapuas
Lasido, perwakilan Kejaksaan Negeri Kapuas Hulu yang hadir dalam acara tersebut, menyampaikan apresiasinya. “Polri tidak hanya berperan dalam penegakan hukum, tetapi juga aktif dalam merawat budaya. Ini membuktikan bahwa Polri benar-benar dekat dengan masyarakat,” ujarnya.
Hari Bhayangkara Refleksi Pengabdian yang Humanis dan Berbudaya
“Dengan budaya, Polri semakin dekat dan melekat di hati rakyat. Kami ingin menunjukkan bahwa Polri tidak hanya tegas dalam penegakan hukum, tetapi juga humanis dan berbudaya,” tegas AKBP Roberto.
Acara Nobar wayang kulit ini menjadi bukti bahwa Polri tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga ikut melestarikan warisan budaya bangsa. Di tengah arus modernisasi, kegiatan seperti ini menjadi pengingat bahwa kearifan lokal harus tetap hidup dan diwariskan kepada generasi muda.
Pergelaran wayang kulit di Polres Kapuas Hulu bukan sekadar acara seremonial, melainkan sebuah ikhtiar untuk menjaga identitas bangsa.















