Breaking News
"Berita" adalah sajian informasi terkini yang mencakup peristiwa penting, fenomena sosial, perkembangan ekonomi, politik, teknologi, hiburan, hingga bencana alam, baik dari dalam negeri maupun mancanegara. Kontennya disusun berdasarkan fakta dan disampaikan secara objektif, akurat, dan dapat dipercaya sebagai sumber referensi publik.
Grab
Grab
Grabe Grabe Grabe
Berita  

Sekda: Pemkab Kapuas Dukung Pelestarian Budaya Daerah

Info Kuala Kapuas – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kapuas menegaskan komitmennya dalam mendukung pelestarian budaya daerah sebagai bagian dari identitas dan kebanggaan masyarakat. Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kapuas, Septedy, dalam kegiatan Dialog Budaya dan Seni Daerah yang digelar di Aula Kantor Bupati Kapuas, Kamis (16/10).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh unsur Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) Kapuas, tokoh adat, seniman lokal, perwakilan komunitas budaya, serta pelajar dari berbagai sekolah di Kabupaten Kapuas.

Budaya Daerah sebagai Warisan dan Jati Diri

Dalam sambutannya, Sekda Septedy mengatakan bahwa kebudayaan daerah merupakan salah satu pilar penting dalam membangun karakter bangsa dan menjaga jati diri masyarakat Kapuas di tengah arus modernisasi.

“Pelestarian budaya bukan sekadar mempertahankan tradisi lama, tetapi juga memastikan bahwa nilai-nilai luhur leluhur tetap hidup dan relevan di masa kini,” ujarnya.

Menurutnya, masyarakat Kapuas memiliki kekayaan budaya yang luar biasa, mulai dari seni tari, musik tradisional, bahasa daerah, hingga adat istiadat yang masih lestari di berbagai kecamatan. Semua itu perlu dijaga dan dikembangkan agar tidak punah tergerus perkembangan zaman.

“Kita punya tanggung jawab moral untuk melestarikan dan menularkan nilai-nilai budaya ini kepada generasi muda. Jika bukan kita yang menjaga, siapa lagi?” tambahnya.

Pemkab Dukung Program Revitalisasi Budaya

Sekda menegaskan bahwa Pemkab Kapuas akan terus mendorong berbagai program dan kegiatan yang berkaitan dengan penguatan budaya lokal. Salah satunya melalui revitalisasi sanggar seni dan pelestarian bahasa daerah yang mulai tergerus akibat kurangnya minat generasi muda.

“Pemerintah daerah telah mengalokasikan dukungan anggaran bagi kegiatan kebudayaan dan kesenian, baik melalui Disbudparpora maupun kerja sama dengan lembaga pendidikan,” kata Septedy.

Ia menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari visi Pemkab Kapuas dalam membangun daerah tidak hanya dari sisi infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga dari aspek sosial-budaya yang menjadi roh kehidupan masyarakat.

Pemkab Kapuas
Pemkab Kapuas

Baca juga: Wakil Bupati Kapuas Hadiri Silaturahmi Gubernur Kalteng Bersama Menteri Agama RI dan Dubes Denmark

Peran Generasi Muda Jadi Kunci

Dalam kesempatan yang sama, Septedy menekankan pentingnya peran generasi muda sebagai penerus budaya. Ia mengajak pelajar dan mahasiswa di Kapuas untuk ikut aktif dalam kegiatan seni dan kebudayaan daerah.

“Kita ingin anak-anak muda Kapuas bangga dengan budaya sendiri. Jangan malu memakai pakaian adat, menari tarian daerah, atau berbicara dalam bahasa lokal,” ujarnya.

Menurutnya, jika generasi muda tidak lagi mengenal budayanya sendiri, maka akan muncul krisis identitas yang bisa mengancam keberlanjutan nilai-nilai sosial masyarakat.

Sinergi dengan Komunitas dan Seniman Lokal

Kepala Disbudparpora Kapuas, Elyas Saban, dalam kesempatan yang sama menyampaikan bahwa pihaknya terus menjalin kerja sama dengan berbagai komunitas seni dan budaya di daerah untuk menyelenggarakan festival, pameran, serta pelatihan kesenian.

“Kami juga akan mengaktifkan kembali program Festival Budaya Kapuas yang sempat terhenti akibat pandemi. Tujuannya agar masyarakat bisa lebih mengenal dan mencintai budayanya sendiri,” ujarnya.

Selain itu, Pemkab Kapuas juga berencana mengajukan beberapa karya budaya lokal agar masuk dalam daftar Warisan Budaya Takbenda (WBTb) ke Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).

“Beberapa tarian, ritual adat, dan makanan khas Kapuas memiliki nilai historis tinggi dan layak mendapat pengakuan nasional,” tambah Elyas.

Menjaga Harmoni di Tengah Keberagaman

Kabupaten Kapuas dikenal sebagai salah satu daerah dengan keberagaman etnis dan budaya yang tinggi di Kalimantan Tengah. Terdapat suku Dayak, Banjar, Jawa, Madura, hingga Bugis yang hidup berdampingan secara harmonis.

“Keberagaman ini bukan pemisah, melainkan kekayaan yang memperkuat persatuan masyarakat Kapuas,” ujar Septedy.

Ia menekankan bahwa semangat gotong royong dan toleransi yang diwariskan para leluhur harus terus dipertahankan sebagai dasar kehidupan sosial masyarakat.

Harapan ke Depan

Di akhir kegiatan, Sekda mengajak seluruh peserta untuk menjadikan pelestarian budaya sebagai gerakan bersama, bukan hanya tanggung jawab pemerintah.

“Pelestarian budaya harus menjadi gerakan dari bawah — dari masyarakat untuk masyarakat. Pemerintah siap memfasilitasi, tetapi yang paling penting adalah kesadaran kita semua untuk menjaga warisan ini,” katanya menutup sambutan.

Dengan semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap daerah, Pemkab Kapuas berharap nilai-nilai budaya lokal akan terus hidup, berkembang, dan menjadi inspirasi bagi generasi penerus di masa depan.

tokopedia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *